Makanan berlemak dapat meningkatkan risiko kanker payudara

Sebuah penelitian besar yang dilakukan terhadap wanita paruh baya dengan pola makan yang berbeda-beda dalam kadar lemaknya menunjukkan bahwa makanan berkadar lemak tinggi meningkatkan risiko kanker payudara invasif.
Penemuan yang dilaporkan dalam Journal of National Cancer Institute pada hari ini (21 Maret 2007) berasal dari National institutes of Health-AARP Diet and Health Study yang dilakukan terhadap 188.736 wanita yang telah mengalami menopause dan telah melaporkan secara detil mengenai pola makan (diet) yang mereka jalani selama pertengahan 1990-an.

Selama pemantauan lanjut yang dilakukan rata-rata 4,4, tahun, diketahui bahwa 3.501 wanita mengalami kanker payudara.
Berdasarkan jawaban terhadap kuesioner ‘frekuensi makanan’ yang berisi 124 item, pra peneliti menemukan bahwa wanita yang memperoleh 40% kalorinya dari lemak mengalami peningkatan risiko kanker payudara sebesar 15% dibandingkan wanita yang hanya memperoleh 20% kalori dari lemak.
Dengan menggunakan sebuah kuesioner yang lebih rinci, “Kami menemukan peningkatan risiko kanker payudara sebesar 32% pada wanita yang mempunyai pola makan berlemak tinggi,” ujar Dr. Anne C. M Thiebaut dari National Cancer Institute di Bethesda, Amerika Serikat.

Peningkatan kanker payudara yang berhubungan dengan diet tinggi lemak tidak tergantung pada jenis lemak yang dikonsumsi (jenuh, tak jenuh tunggal, maupun tak jenuh ganda) dan tampaknya terbatas pada wanita yang tidak menjalani terapi hormon pada awal penelitian dilakukan.
Penulis penelitian tersebut menganjurkan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kemungkinan terapi hormon dalam mediasi hubungan antara asupan makanan berlemak dan risiko kanker payudara.
Dr. Thiebaut mencatat bahwa,”Penelitian lain juga telah menemukan hubungan ini, semakin tinggi asupan lemak, maka semakin tinggi pula risiko kanker payudara.”

Namun demikian, perdebatan tentang hubungan makanan berlemak dan risiko kanker payudara masih berlangsung hingga saat ini.
Dalam komentarnya mengenai penelitian ini, dua peneliti dari harvard School of Public Health di Boston mengatakan bahwa fokus mengenai pengendalian lemak tubuh akan lebih efektif dibandingkan kontrol terhadap asupan lemak dalam pencegahan kanker payudara.

Drs. Stephanie Smith-Warner dan Meir Stampfer mengatakan bahwa kaitan yang lemah antara diet tinggi lemak dan risiko kanker payudara berada sangat jauh di bawah bukti yang jelas mengenai hubungan kuat antara lemak tubuh dan risiko kanker payudara pada wanita pasca menopause. (ivo)

 

Sumber : http://www.amarullahfatimah.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: