Bagaimana Cara Mengatasi Batu ginjal?

Tenang dulu. Nyeri yang dialami (walaupun hebat) umumnya akan hilang dalam waktu tidak lebih dari 24 jam. Selain itu, sebagian besar batu ginjal akan keluar dengan sendirinya. Tentu saja hal ini sangat tergantung dari besar batu yang Anda ?koleksi?. Kalau kecil (kurang dari 4 mm), umumnya batu akan lolos dengan mudah. Kalau besar, tentu lain ceritanya.

Pada batu yang besar atau batu yang menimbulkan gangguan lebih dari 24 jam, tindakan bedah perlu dipertimbangkan. Cara lain yang sudah cukup terkenal adalah pemakaian ESWL (extracorporeal shockwave lithotripsy). Prinsipnya adalah menghancurkan batu menjadi kepingan-kepingan kecil dengan memusatkan energi gelombang tepat pada batu. Hancurnya batu menjadi kepingan kecil diharapkan dapat mempermudah pengeluaran batu dari saluran kemih. Tindakan ini cukup nyaman karena dilakukan dari luar tubuh.

Pada sebagian kasus, batu harus diambil atau dihancurkan dengan memakai alat ureteroskopi. Tindakan yang? harus dilakukan oleh seorang dokter ahli ini mempergunakan sebuah ?teleskop? yang panjang dan lentur.

Apakah penyakit saya bisa kambuh kembali?
Sayangnya ya. Bahkan sebagian besar dari penderita akan mengalami kekambuhan. Banyak faktor yang mempengaruhi kekambuhan tersebut seperti umur, jenis kelamin dan penyakit atau keadaan yang mendasarinya.

Aduh, bagaimana dong cara mencegahnya?
Banyak minum. itu kunci pertama. Jangan menahan kencing, itu kunci kedua. Bila sudah terasa, luangkan waktu sebentar untuk ke toilet. Menunda hanya akan membuat Anda menderita baik pada saat sekarang maupun nantinya.

Selain kedua hal di atas, masih ada hal lain yang bisa Anda lakukan. Minum jus lemon (asal yang asli) merupakan hal yang dapat membantu mencegah terjadinya batu ginjal. Jus lemon mengandung sitrat yang baik untuk mencegah terbentuknya batu ginjal.

Kurangi garam. Garam dapat menahan cairan dalam tubuh. Selain itu kalsium akan lebih banyak dikeluarkan melalui urin bila asupan garam Anda berlebihan.

Selain hal-hal yang berlaku umum seperti di atas, pencegahan terjadinya kekambuhan batu ginjal juga tergantung dari jenis batu ginjal yang Anda alami. Bila jenis batu ginjal Anda adalah batu urat, konsumsi protein hewani perlu Anda kurangi. Bila batu oksalat yang ada, kurangi asupan bahan makanan yang mengandung oksalat tinggi, seperti coklat, kopi, kacang-kacangan, dan juga sayuran berdaun hijau.

Sekali lagi anjuran yang ada adalah kurangi dan bukan hentikan. Anda boleh saja

Mengapa Batu ginjal Bisa Terbentuk?

Sering mendengar anjuran banyak minum? Itulah penyebabnya. Air seni kita banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.?

Beberapa jenis makanan dan obat bisa mempermudah terjadinya batu ginjal. Karena itu berhati-hatilah dalam memilih makanan. Hal ini bukan berarti kita tidak boleh menyantap makanan tersebut. Tapi makanlah secukupnya. Bila tidak, tanggung sendiri deh akibatnya.

Selain hal-hal di atas, beberapa kondisi medis bisa mendasari terjadinya batu ginjal, misalnya hiperkalsiuria dan hiperparatiroid. Hiperkalsiuria adalah keadaan dimana seseorang menyerap lebih banyak kalsium dari asupan makanannnya dan lebih banyak mengeluarkan kalsium dari urin. Hiperparatiroid adalah kelainan hormonal dimana hormon yang mengatur metabolisme kalsium dihasilkan dalam jumlah berlebih. Akibatnya kalsium dalam darah meningkat dan ekskresi kalsium melalui urin pun bisa meningkat.

Jadi, batu ginjal banyak bentuknya dong?
Betul. Antara lain batu kalsium, batu urat dan batu oksalat. Yang paling sering adalah batu kalsium. Salah satu cara untuk membedakannya adalah dengan menentukan komposisi kimiawi dalam urin yang dikumpulkan selama 24 jam. Tapi cara ini baru berhasil baik bila pada hari-hari menjelang pemeriksaan pasien menyantap makanan yang memang dia makan sehari-hari. Selain itu, tidak boleh ada satu kali pun saat berkemih yang luput dari pengambilan.

Bila secara kebetulan Anda mendapatkan batu yang keluar saat berkemih, ambillah batu itu dan bawa ke dokter.? Analisa dari batu yang Anda bawa bisa menunjukkan jenis batu ginjal yang Anda alami.

Kalau begitu, boleh tidak minum suplementasi kalsium dari luar?
Ini pertanyaan yang sulit. Sepanjang Anda tidak menderita batu ginjal khususnya batu kalsium rasanya tidak menjadi masalah. Kalsium pun sangat kita butuhkan. Selain itu, mengurangi jumlah kalsium yang kita makan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya batu oksalat.

Kalsium dan oksalat saling berikatan dengan kuat dan dapat membentuk formasi batu yang sangat keras. Tapi oksalat mempunyai kemampuan lebih dalam membentuk batu ginjal. Karena itu, bila kalsium berkurang, oksalat akan lebih diserap oleh tubuh. Akibatnya, risiko terjadinya batu oksalat meningkat.

Mungkin jalan tengahnya adalah minum suplementasi kalsium bila memang dibutuhkan. Bila tidak, lebih baik pertimbangkan kembali keinginan Anda. Kalsium yang diperoleh dari makanan dan susu umumnya sudah mencukupi kebutuhan kalsium harian Anda. Sekali lagi prinsip keseimbangan harus kita ingat, jangan kurang dan jangan pula berlebihan.

Contoh lain adalah pengurangan konsumsi daging untuk menurunkan risiko terjadinya batu urat. Dengan berkurangnya konsumsi daging, kita cenderung untuk memperbanyak buah dan sayur. Akibatnya, risiko terjadinya batu oksalat akan meningkat.

Sumber : info-Sehat.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: